Tentang Saya

Richo A. Nogroho, yah itu nama lengkapnya. Tapi jangan ditanya A.-nya itu apa?. Karena ia sendiri sampai sekarang belum tahu. Hanya bercanda. Lahir pada tanggal 28 September 1991 (memangnya penting? nggak sih!), barangkali kalau mau ngasik kado, setidaknya Anda sudah tahu kapan ia ulang tahun :P

Sekarang ia tercatat sebagai salah satu mahasiswa tingkat akhir jurusan Sistem Informasi, di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Malang. Mahasiswa yang satu ini sangat gemar membaca dan menulis. Tetapi, faktanya ia sampai saat ini belum bisa menulis dengan baik dan benar. Namun, ia tak pernah lelah untuk mempelajarinya.

Mengenai kesehariannya, Ia lebih suka menghabiskan waktu di dalam kamar (kos). Tak heran, dalam sehari bisa berjam-jam lamanya. Tidak begitu suka keluyuran, terkecuali lagi suntuk. Bahkan anehnya ia bisa memutar stang kendaraan dan membiarkan ban motornya mengaspal tanpa tujuan. Jujur, itu sering ia lakukan. Maklum saja, antara pikiran dan prilakunya belum bisa memutuskan ke mana arah dan tujuan yang pasti. Ok, kedengarannya memang lucu dan aneh. Tapi baginya, tuk sekedar mencari udara segar.

Terkadang waktu kosong ia pakai untuk mengutak-ngatik kubus warna-warni, yang biasa disebut rubik. Sejak 2011 ia menyukai permainan anak kecil tersebut. Bermain pada tingkatan yang sederhana, seperti 2x2 dan 3x3. Karena di atas itu, ia belum bisa. Iya, iya, bisa ditebak, tentu tidak begitu jagolah. Melawan anak SD saja paling tidak mampu. Tetapi anehnya ia sampai memiliki enam buah rubik di kamar kosnya. Sudah lama ingin mencoba yang 4x4, hanya saja terkendala medianya. Belum punya, kasihan sekali, bukan!.

Hal lain yang biasa ia lakukan adalah menghayal. Yah, ia memang suka menghabiskan waktu untuk menghayal, berangan-angan akan sesuatu 'yang tidak pasti', berfikir tentang apa yang ingin ia raih. Dengan begitu hidupnya mempunyai target dan tujuan yang ingin dicapai, tapi satu hal yang perlu Anda tahu. Ia menjalani hidupnya, tidak sekedar berdiam diri ataupun sekedar menutup kaki dan duduk. Karena baginya, hidup adalah pengalaman yang akan terus dikejar, apapun itu caranya. Sampai ia benar-benar mendapatkan apa yang dicari.

Ia terlatih (baca: membiasakan diri) untuk menghindari kata-kata (mohon maaf): jorok, umpatan, makian, cacian, mengeluh dan khusus yang unik, ia paling enggan menyebut merk dagang dan sejenisnya secara langsung, tanpa adanya sensor (pengecualian merk obat). Jadi, apabila ditemukan dalam postingannya, seperti yang telah disebutkan tadi. Silahkan dengan tegas untuk menegor, kalau perlu marahi saja. Anda tidak perlu takut dan sungkan. Silahkan saja. Selama ia terbukti salah, akan dengan senang hati untuk meminta maaf pada semuanya. Yang jelas, sudah ada kontrol ketat untuk memusatkan pikiran dan prilakunya (baik terlihat/tertulis) untuk hal-hal yang positif. 

Anyway, untuk selebihnya biar Anda yang mengenal sendiri Richo, sapaan akrabnya. Karena, ia sebenarnya tidak ingin membangun ekspektasi mengenai dirinya sendiri. Selanjutnya Anda yang bisa menilainya. Menutup semua ini, ada salam darinya :).

Penampakan saya di museum Bung Karno Blitar. Pemilihan foto tidak ada yang spesial (yaialah, yang di foto jelek:D), hanya saja ada yang bernilai lebih bagi saya pribadi, sehubungan dengan lukisan Bung Karno di samping saya tersebut. Yah, kami di rumah sekeluarga juga memiliki lukisan (dari sulaman) yang nyaris sama, ukurannya juga sekitar segitu kurang lebihnya. Buatan Mamah saya sendiri, beliau dulu suka menyulam semasa mudanya dan sekarang masih ada dipajang di ruang tamu. Sehingga blog sederhana ini (semakin) terasa seperti rumah sendiri :).

16 Komentar. Tambahkan juga komentarmu »

  1. Munsyi saya selalu menganjurkan untuk memperbanyak aktifitas membaca, terlepas dari isi bacaan yang informatif atau tidak. Karena dengan membaca—meskipun (seandainya) tidak mendapat maklumat yang berfaedah—kita bisa meningkatkan daya ungkap kita lewat bahasa tulisan yang dibaca. Terus terang saya suka dengan tulisan yang menggunakan Pedoman Umum EYD. Ya, tulisan yang baik dan benar seperti punya sampean.

    BalasHapus
  2. terima kasih mas sudah sharing mengenai hal itu. bisa dijadigan pegangan untuk saya juga. oh iyah, sebelumnya makasih atas atensinya, tapi mungkin saya perlu meninjau kembali untuk lebih memperbaiki tata penulisan yang sudah ada. karena saya pribadi merasa masih jauh dari apa yang mas katakan. semoga nanti bisa belajar lebih baik lagi :)

    BalasHapus
  3. Salam kenal bro!!
    Anggota plat-M ya?? Berarti nak-kanak madhure?
    Bagaimana malang bro! Kena erupsi kelud ngga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal kembali mas Agha :)
      Iyah, hhehe, enggi mas, oreng Madura.
      Kemarin mulai kena di hari kedua mas, puji syukur tidak begitu parah :)

      Hapus
  4. Btw thank's yah udh follow blog aku, aku follow back blog kmu yah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh iyah, sama-sama yah, mbak Dewi. Wah, terima kasih yah. Salam kenal :)

      Hapus
  5. Salam kenal dari Palembang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, salam kenal juga dari Madura :)

      Hapus
  6. salam kenal mas richo a. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal kembali, Mas Alam. terima kasih atas kunjungannya :)

      Hapus
  7. Yuhuuu anak Malang salam kenal yaaa...
    mampir ke sini yaaa http://kekekenanga.wordpress.com/2014/08/15/adventure-in-jatim/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih tepatnya anak perantauan, mbak. kuliahnya di Malang dan saya asli Madura :D
      salam kenal kembali. oh ok, siap meluncur ke sana :)

      Hapus
  8. penampilan baru nie.
    harus tambah semangat posting lhooo ya ric:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihii, iyah tampilan baru, mbak :D
      hehe, berupaya semangat. move on, huohoho.

      Hapus
  9. salam persahabatan dari bandung

    BalasHapus