Mudik kedua dan cerita jambret di dalam Bus (Bagian 2)

Jambret, jambreeeet.
Tas saya dijambret.
Tolong, jambreet, tolooong, jambreeet.

Ia hanya mampu berteriak, tidak banyak yang bisa diperbuat. Sedangkan si penjambret makin menjauh darinya, menuruni anak tangga dan sampai akhirnya masuk dalam taksi berwarna kuning. Sementara penumpang Bis cuman melongo melihat kejadian tersebut. Sedangkan saya? kaget. Kaget sekaligus heran. Lah, mas di sebelah saya, kok bisa tahu apa yang akan terjadi?. Jangan-jangaaan.. si penjambret itu...?. 

Pikiran saya semakin berkecamuk tidak karuan. Lalu saya mencoba merogoh dompet yang ada di saku celana sebelah kiri, sekedar memastikan apa masih ada di sana, atau sudah raib juga. Alhamdulillah masih, begitu pun dengan barang bawaan yang ada di dalam tas, juga saya periksa. Puji syukur masih utuh.


Setelah saya perkiraan, paling mas tadi sudah pernah nonton film tersebut. APA?, jadi semua hanya cerita di film, Cho?, hihi, iyah :D. Dikira benaran, tah?, bahaha *digebukin pakai gitarnya Rhoma Irama. Hhehe, tapi memang benar, kami saat itu disuguhi salah satu filmnya Rhoma Irama (entah judulnya apa). Biasanya hiburan dalam Bis berupa musik dangdut, atau nonton channel tv tertentu. Tapi yang ini diputarin film itu :D. Dan mas tadi berceletuk mengisyaratkan ia sudah mengetahui akan alur cerita filmnya.

Ternyata si penjambret tas tadi bernama Budi, yang diperankan Rhoma Irama dan alasan ia melakukan itu (menjambret), adalah untuk membantu temannya yang sedang butuh biaya operasi di Rumah Sakit. Alah, cukup ceritanya, Cho. Adu.. maaf, jangan ngambek gitu. Eh iyah, tahu nggak. Tauk, ah, malas dengarnya!, tuh kan, masih ngambek. Maaf-maaf. Janji deh, nggak akan cerita aneh-aneh lagi. Serius nih?, serius :).

Ok, lanjut..
Berhubung saya penggemar fanatik Bang Rhoma, jadi saya begitu bersemangat sekali nonton filmnya. Saking bersemangatnya, saya memilih tidur ketimbang melanjutkan nonton film tersebut. *EH. Terus?, terus tidur dong, hihi. Perjalanan tidak begitu terasa, karena saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur. Apalagi setelah selesai membayar ongkos Bisnya.

Tarifnya tetap, masih sebesar Rp. 40.000,- untuk Bis Ekonomi tujuan akhir ke Sumenep.

Singkat cerita, laju Bis kemudian berhenti di salah satu rumah makan. Ternyata itu sudah di kabupaten Pamekasan, tak pikir masih di Sampang, hhehe. Maklum, keasikan tidur. ihihiihi. “Yang mau sahur, silahkan turun, barang bawaan bisa ditinggal, atau dibawa saja.”, ucap sang kondektur Bisnya. Beberapa penumpang perlahan mulai turun menuju rumah makan tersebut.

Saat itu, saya masih memperjelas pandangan mata, berusaha melihat rumah makan tadi. Dari balik kaca Bis, saya dapat membaca nama rumah makannhya, yaitu Arwana. Sekaligus masih menimbang, antara turun dan makan sahur, atau sekailan makan di rumah saja. Kalau saya perkirakan, kemungkinan tibanya mepet dengan waktu Imsya’. Mengingat sudah pukul 02.23 WIB. Perjalanan Pamekasan ke Sumenep, memakan wakut satu jamanan. Belum lagi kepotong rombongan ini makan sahur.

Jujur saja, agak malas sebenarnya. Toh syarat sah puasa kan tidak harus makan sahur. Meskipun tidak sahur tetap bisa berpuasa, selama ada niat dan kemauan. Tapi setelah dipertimbangkan lagi, selama ada kesempatan sahur, barangkali akan lebih sempurna nikmat puasanya. Jadinya, saya memilih turun saja dan mengikuti mereka untuk menyantap makan sahur.

*) RM. Arwana ini terletak di Jl. Raya Pamekasan, Telanakan, Pamekasan.

*) Bis yang saya naiki sebelah kanan (warna putih)

Rombongan (anggap saja rombongan yak) yang berhenti tidak hanya Bis yang saya naiki saja. Tapi ada satu rombongan Bis lagi yang juga berhenti saat itu. Tempat makannya lumayan bersih. Ada tiga blok, pertama yang di pelataran depan, di bagian dalam dan di samping (konsepnya lesehan). Menurut saya paling nyaman, di bagian tengah. Karena ada hiburan tvnya, hahaha. Iya, Cho, ngerti, kamu jarang nonton tv *kasihan

*) Daftar menu

Pilihan menunya juga lumayan banyak. Dari deretan lauknya yang disediakan, mulai dari keringan, seperti: telur dadar, telur mata sapi, tahu tempe, peyek udang, bandeng, dan agak berkuah ada cumi, gulai kakap dan sebagainya. Begitu juga dengan sayurnya beraneka pilihan, ada yang bersantan, urap-urap, kuah sup, sayur bening dan seterusnya.

*) Pilihan lauk dan sayurnya

Melihat penyajiannya, saya pikir ngambil sendiri (prasmanan). Owalah, ternyata diambilkan mas-masnya. Hhehe. Saya pesan menu serba peyek, hihi. Walah, mana bergizi itu, Cho?. Nggak apa-apa, yang penting murah meriah :D. Untuk minumnya air botol mineral saja, hhaha. Dan sesuai pilihan tempat yang paling nyaman tadi, jadinya saya makan di bagian dalam (tengah). Yak, ada tv :D

*) Menu yang saya pesan, benar-benar nggak bergizi yak :D (Rp. 12.000,-)

*) Ruang bagian dalam

Setelah selesai menyantap makan sahur, saya langsung menuju ke dalam Bis lagi. Lah, sudah bayar, Cho?, pastinya sudah, hhehe. Dan sebagian penumpang lainnya, juga sudah kembali ke kursinya masing-masing. Sempat bingung, mana kursi duduk yang tadi saya tempati?, hhaha. Karena nggak begitu jelas wajah mas-mas di sebelah saya itu -yang tahu alur film tadi, dan kemungkinan ia salah satu penggemar bang Haji Rhoma :D.

*) Suasana menjelang keberangkatan (setelah makan sahur)

Tak lama kemudian, Bis pun mulai melanjutkan perjalanannya, setelah sang kondektor memastikan seluruh penumpang berada di kursinya masing-masing. Berselang beberapa menit saja, atau tepat pukul 02:53 WIB, Bis sudah sampai di terminal Pamekasan. Lumayan agak lama ngetem di sana, sekitar 14 menit lamanya. Karena ada salah penumpang yang banyak membawa barang bawaan, yang berupa sayuran. Banyak sekaliii, sampai-sampai kami turut membantu menurunkan bawaanya, yang hampir mengisi tiap kolong tempat duduk penumpang. Beliau niat sekali sepertinya, hhehe.

*) Terminal Ronggosukowati, Pamekasan

Setelah selesai, Bis meneruskan sisa perjalanannya, meuju ke terminat pemberhentian yang terakhir, yaitu di Sumenep. Yeyeye, bentar lagi saya sampai. Santai, Cho, biasa saja kali. Mungkin waktu yang perlu ditempuh hanya tinggal satu jaman lagi, seperti yang sudah pernah saya katakan tadi. Lumayan, waktu yang cukup untuk saya kembali melanjutkan tidur :D.

*) Gerbang perbatasan Pamekasan - Sumenep

Oh iyah, saya kebablasan, karena keasikan tidur tadi, haha. Alhasil, turunnya bukan lagi di depan gang, melainkan terpaksa turun di pertigaan dekat kantor Polisi di Pabean (ke timur arah ke Kalianget). Em, sepertinya efek habis makan jadi membuat kantuk semakin kuat yak?. Alah, banyak alasan kamu, Cho :P. Lah, itu di luar rencana saya, benaran nggak sadar. Bangun-bangun Bisnya sudah  melintasi daerah Perumnas. hhaha. *disambit kertas karcis. Dan puji syukur, pukul 04.33 WIB, saya tiba di rumah :).

Iyah, begitulah, akhir cerita mudik saya di lebaran tahun ini. Banyak sekali kejadian berkesan yang sudah saya lalui dalam perjalanan mudik ini. Seakan mengingatkan saya pada momen rutin tiap melakukan mudik lebaran. Hanya saja, cerita setiap tahunnya tidaklah sama. Tapi tetap menyisahkan cerita tersendiri, bagi saya pribadi.

Tak terasa yah, sekarang pun sudah memasuki penghujung bulan puasa. Nanti malam, insyaAllah sudah akan mulai didengar kumandang takbir. Sebelum itu, ijinkan saya meminta maaf kepada kalian semuanya, tak terkecuali. Mohon maaf, jika postingan saya terdapat kalimat yang kurang berkenan, banyak perkataan yang kurang pantas, menyakiti dan melukai perasaan kalian. Entah siapapun itu, maaf yah.

Akhir kata, saya Richo, selaku admin tunggal di blog sederhana ini, ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435H, mohon maaf lahir dan bantin. Semoga amal dan ibadah kita semuanya diterima oleh Allah SWT. Amin Ya Robal, Alamin. Selamat menyambut hari kemenangan, yaah :). *sungkem ke semuanya


Richo A. Nogroho
Sumenep, 27 Juli 2014
Hai, sudah baca yang ini?

79 Komentar. Tambahkan juga komentarmu »

  1. setiap perjalanan mudik emang punya kesan tersebdiri ya mas..
    kalo saya Insya Allah lusa sore baru berangkat :)

    mohon maaf lahir dan bathin juga ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar Mas Purnomo, akan menemukan hal berbeda, sekalipun itu jadi rutinitas misalnya.
      Wah gitu, selamat berkumpul dengan keluarga :)

      Mohon maaf lahir dan batin, Mas :) *angpaunya manaa? :D

      Hapus
    2. Hehe.. kalo mas mau udah ada di postingan kemrn2 saya kok..mas Richo tinggal comot tinggal comot aja :)

      Hapus
    3. Huhaha, sepertinya menggiurkan *dibuat senang, hhhaha. tapi saya ingin transfer saja deh, mas. maklum gak ada koneksi, gak bisa nyomot *alasan :P

      Hapus
    4. Hehe...nomornya masih yg lama kan mas..yg belakangnya banyak nol nya wkwk :D

      Hapus
    5. Eum, sudah ganti, mas. nanti saya kirim yang baru *wadu, alamat nggak masuk lek yang itu :D :D

      Hapus
  2. sahur itu ada keberkahan loh didalamnya, terus menurut berita islami masa kini (Acara TV), sahur merupakan pembeda puasa orang muslim dan non muslim ^^, ngomong2 sahurnya buanyak juga ya? habis itu Cho?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitu yah, Mas. luar biasa sekali yah. oh iyah, saya punya teman yang non muslim, ia berpuasa tanpa sahur. hhaha, itu kelihatannya saja, Mas. nasinya gak terlalu :D, dan menunya keringan :D. alhamdulillah, habisss, hihihi.

      Hapus
  3. Wah saya jadi kepingin ngrasain asiknya mudik mas. Sy g pernah mudik karena saya g pernah kemana mana. Jadi saya g punya cerita deh hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh yah?, wah, Mas Nandy sesekali sebelum lebaran (H-2), nginap di sodaranya gitu, nanti mudik deh, H-1, hihi. biar ada ceritanya, Mas :D

      Hapus
  4. hahaha..
    saya udah baca serius banget lhoo, eh ujung2nya? :D
    tapi bagaimanapun mudik itu harus waspada. Saya punya pengalaman, pernah di ajak org tak di kenal makan di terminal bungurasih, dan ketika itu pula saya dengar peringatan dari bagian informasi terminal untuk berhati- hati terhadap orang tak di kenal.
    Alhamdulillah, setelah saya menolak, eh tu orang yg ngaku lagi S3 di malang langsung pergi dg manyun.
    memang hati2 sangat diperlukan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hhaha, ujung-ujungnya saya minta ditimpuk :D
      Benar, Mbak, apalagi sikonnya mendukung, kondisi desak-desakan. kalau gak waspada bisa raib. waduuu, gitu yaaah. astaga, untung saja Mbak menolaknya. kadang yang begituan gendam mungkin yah. kalau gak fokus bisa-bisa kehilangan barang-barang kita. beruntung sekali Mbak, jadi pengalaman berharga yah. terima kasih sudah mengingatkan, Mbak :)

      Hapus
  5. Ternyata film tho

    Met lebaran ya , maaf lahir bathin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, iyah di film, Mbak El :D

      Selamat lebaran juga, Mbak. mohon maaf lahir dan batin *sungkem :)

      Hapus
  6. jambret musim lebara biasanya merajalela..mesti waspada, apalagi yg sedang perjalanan

    sekalian ngucapin:
    Id Mubarak, Sugeng Riyadin
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H.
    Taqobbalallahu minna wa Min’kum
    Minal Aidzin Wal Faidzin
    Mohon Maaf Lahir dan Batin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, Mas, perlu kewaspadaan dan kehati-hatian.
      Terima kasih, saya juga ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidzin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin yah, Mas :) *sungkem

      Hapus
  7. Selembut Apapun Hembusan Angin
    Pastilah Pernah Terbangkan Debu.
    Sebaik Apapun Prilaku Manusia Tentulah Pernah Berbuat Salah.
    Tak Ada Putih yang Tak Ternoda.
    Tak Ada Manusia yang Tak Ber Dosa.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 Hijriah.
    Dan Sudilah kiranya Membukakan Pintu Ma'af bagi diri yang Berdosa ini
    Minalaidin Wal Faizin Mohon Ma'af Lahir & Batin.

    Arie & Kluarga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, Mas. Selamat Hari Raya Idul Fitri juga,
      Minal aidzin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin yah, Mas :) *sungkem

      Hapus
  8. selamat lebaran..mohon maaf lahir batin,
    keep happy blogging always..salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, Om. selamat lebaran juga. mohon maaf lahir dan batin.
      Salam buat keluarga di Makasar yah, Om :) *sungkem

      Hapus
  9. seru juga yah mas kalau bicara soal mudik apalagi belum lengkap kalau nggak mencicipi makanan seperti yang terlihat di gambar di atas jadi bikin ngiler nih mas, tapi nggak kalah serunya ada Rhoma Irama juga saat mudik nih hehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh ya mohon maaf lahir batin yah mas :)

      Hapus
    2. Hehehe, kalau Bisnya nggak berhenti, saya gak nyicipi itu. hiihi. lah itu dia, hiburan tersendiri bagi penumpang, mas. nostalgia :D

      Mohon maaf lahir dan batin juga, mas. *sungkem
      Aduuu, maaf banget, Mas. komentarnya kelewat, belum terbalas ternyata. benaran gak ngeh.

      Hapus
  10. baca ceritamu sahur sama foto.memu menu lengkap gitu jam segini bikin aku laper, cho.
    btw aku jd kangen naik bus. dulu langganan Sumber Group, Eka sama Mira.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hhehe, dibawak makan saja mbak. biar terlampiaskan. hohoho. wah begitu, jadi banyak cerita yah. dari sekian yang disebut, belum satupun pernah saya naiki, hihi. mungkin jurusan Bisnya yang belum saya naiki pakai Bis :D

      Hapus
  11. meskipun telat, saya mau ucapkan selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waa, makasih. begitu juga dengan saya, ingin juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin :) *sungkem

      Hapus
  12. Ya, ampun baca post ini jadi inget kalau selama liburan nontin film Rhoma Irama terus di Trans 7, hehehe :D Maaf lahir batin, ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahaha, benar-benar, mbak Indi. saya perhatikan di trans7 sering mutar film-film bang Rhoma. haha. sama-sama, mbak, mohon maaf lahir dan batin juga :)

      Hapus
  13. Minal aidzin wal faidzin, mas :)
    Wah, penggemar Roma Irama, ya. Saya bahkan belum pernah lihat filmnya x___x . Sedihnya. Saya merasakan yang sampean rasakan, mas. Kalau cari warung, cari yang dekat tv. Nasib anak kos-kos-an, bukan :p? Hehe X)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Minal aidzin wal faidzin juga, Mbak Fibi.
      Iyah, penggemar gadungan, huhaha. wih, kalau sudah berurusan dengan tv, pasti kita sehati *eh. haha. memang nasib anak kos yak, butuh hiburan tv juga. saya selama berada di rumah kemarin, cukup puas :D :D

      Hapus
  14. Baaaang.. Aku uda deg-degan baca postingannya, eh ternyata cumak film toh! -_-
    *jedotin kepala Bang Richo 100x!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah, hhaha. iyah, cuman di film doang, hhehe. ampun, ampuuun.. sakiiiit. *kabur *kapok

      Hapus
    2. Aih.. Domain baru yah.. Hahah.. :D

      Hapus
    3. Haha, diganti ke subdomainnya :D

      Hapus
  15. kirain beneran kang soalnya ada part 1 dan part 2 nya, gatau nya cuman pilem bang haji :-)

    selamat hari raya idul fitri 1435H
    mohon maaf zahir bathin ya kang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tak kira juga benaran *eh. hhehe, maaf yah, iyah memang hanya cerita di film :D

      Selamat Hari Raya Idul Fitri juga :)
      maaf lahir dan batin *sungkem

      Hapus
  16. Aku dah lama ngga nonton filmya OI Nimet lebaran ya, maaf lahir bathin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, mbak El, berhubung jarang nonton filmnya, hihi. selamat lebaran juga, mbak. mohon maaf lahir dan batin *sungkem lagi *angpao lagi

      Hapus
  17. menu sahur yang menggugah selera :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menunya serba peyek, mbak. huihihi. milih yang murah meriah :D

      Hapus
  18. aaaakkk.. sayaa tertipuuu telaak ini mahh.. ishh >.<

    Mas itu ndak salah ya? nyampe rumah 14.33 WIB?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hua, hhehe. *digebukin mbak Rani

      oh iyah, keliru, mbak. typo, bukan 1 tetapi 0. maksudnya ingin nulis 04.33 WIB, malah 14.33, hihi. makasih koreksinya yah, mbak, habis ini saya perbaiki :)

      Hapus
  19. lahir batin ya mas Richo,,saya pernah lihat rumah makan itu, tapi belum sekali mampir kesitu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf lahir dan batin juga, mbak Dwi. maaf juga, kemarin nggak jadi kopdar dan lahir batinan.

      Lah, mbak yang megang Pamekasan, masak belum pernah ke sana. hihihi.

      Hapus
  20. belum update artikel baru yah mas Richo, kayaknya masih sekitar mudik nih hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hhehe, iyah Mas Eka, belum update. sebenarnya sudah di Malang, tanggal 11 kemarin :D

      Hapus
  21. memang kalo mudik pake bus harus ekstra hati-hati... jambret mengintaimu... waspadalah waspadalah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus selalu waspada, hhehe. ingat bang Napi :D

      Hapus
  22. harus hati-hati ya kita biar selamat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, Mas, pokoknya selalu waspada :)

      Hapus
  23. wah seru banget ya acara mudik nya , jadi ngiri hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seruuuuu, hhehe. puji syukur berjalan dengan lancar, meski sempat kebablasan :D. Ayuk mudik juga *eh :D

      Hapus
    2. kemarin aku udah mudik sebelum lebaran sampe lebaran, padahal masih kangen kampung halaman hehe

      Hapus
    3. Wah, lama jugaaaaa, hihi.
      nggak kerasa yah, Mbak. kalau sama keluarga berasa cepat saja, padahal masih inging lama-lama :D

      Hapus
  24. belum pernah merasakan yang namanya mudik nih mas, apalagi sekarang sudah berkeluarga. kerja juga nggak jauh-jauh dari rumah. soalnya suka kangen sama anak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah begitu yah, kang. ya berarti enak tuh, akang mah selalu ngumpul bersama keluarga tercinta, apalagi sudah berkeluarga. nggak diterpa kangen akut :D

      Hapus
  25. Kalo perjalanan jauh ke jawa bagian timur pake bus, jadi inget ziarah wali songo hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh yaah?, wah, ziarah ke makam wali mana saja, mas?. saya tanggal 11 kemarin ziarah ke makam Gus Dur, di Jombang :)

      Hapus
  26. Selalu punya cerita sendiri saat mudik, jadi kamu wong meduro tho ???? hahaha. Nenek kakek ku asli madura jadi ada darah madura mengalir di tubuhku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selalu ada, mas Cumi :D
      eh, enggih, hhahaha. wah gitu yah, Mas. salam buat beliau. oh yah, Madura mana?, Sumenep juga kah?, hehe.

      Hapus
  27. hadir lagi menyapa sahabat...keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, Om. salam hangat dari Malang :)

      Hapus
  28. Ini cerita mudik yang awalnya sangat menegangkan,
    ternyata Richo, "Terlalu!", met Syawal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huhahahaha, mbak Salma bisa saja :D.
      selamat Syawal juga, meski telat, tapi masih ingin mengucapkannya, hehe :) *sungkem

      Hapus
  29. Kirain beneran ada jambret ternyata... halah... Btw asyik ya bisa mudik. Selamat Idul Fitri :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, enggak, Bun. biar nambah bahan, hhaha. asik sekaliiii, hehei. Selamat Idur Fitri juga, Bunda. mohon maaf telat balasnya. hehe :) *sungkem

      Hapus
  30. postingannya bikin lapar ini mah :)

    BalasHapus
  31. Wah Artikel bermanfaat nih gan :)

    Cerita Update
    Lirik Lagu Indonesia

    BalasHapus
  32. tak kira cerita tentang kang rico dijambret..ternyata cuma film..haha
    enak nih bisa mudik pake bis..apalgi menu makanan di atas bikin perut keroncongan..hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi, puji syukur tidak sampai dan semoga gak pernah ngalami :D
      hehe, Bis sering digunakan, kalau motoran jarang, kerasa pegel perjalanan jauh, hhooo.

      Hapus
  33. kalau naik bis hati2 kang..apalagi klo malam hari..harus waspada biar gk kena jambret ..hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kalau taruh barang ditempat yang aman juga gan :D

      Hapus
    2. hahaha, pake aja pengaman kalau dompet kan ada rantai udahan gan :D

      Hapus
    3. @Perangkat 4G: Iyah, terima kasih sarannya. Semoga gak pernah ngalami. Kita semua ;)

      @Garuda post: Siap, harus berhati-hati kita yah.

      @Belajar Bicara: Haha, bisa juga tuh, biar pas ditarik nyantol :D

      Hapus
    4. di kereta api juga banyak gan apalgi di pasar

      Hapus