Hati-hati kontur jalan berlubang

Pernahkah Anda melihat jalan yang berlubang?, atau bahkan pernah melewatinya?, yak, saya juga. Di beberapa ruas jalan mudah ditemui kondisi seperti itu. Banyak faktor yang dapat menyebabkan kontur jalan menjadi rusak dan berlubang. Utamanya seperti dari mutu/kualitas bahan yang digunakan, metode pengerjaan yang kurang baik, genangan air, kendaraan dengan muatan berlebihan yang sering melewatinya, muka air tanah yang tinggi, dari usia jalan dan faktor lainnya.

 *) Ilustrasi gambar dari sini
Kondisi tersebut sangat membahayakan bagi pengendara yang melintasinya. Tak ayal, kerap kali menimbulkan kecelakaan. Seperti kecelakaan tunggal yang dialami sepupu saya, Dwi. Kejadiannya kemarin lusa, tanggal 10 Maret 2014, sekitar pukul 03.20 WIB. Dia mulanya dari arah Saronggi, sepulang dari rumah temannya. Kecelakan terjadi saat dia melintasi Jalan Raya Nambakor, ± 30 meter dari perbatasan Kecamatan Saronggi dengan Kecamatan Batuan.

Ruas jalan yang berlubang menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan tersebut. Yah, dia jatuh dari motor yang dikendarainya, seorang diri. Saya sendiri tidak melihat langsung kejadiannya. Saya baru menyadari setelah ada dua orang, yang mengantarnya ke rumah. Asli kaget sekali, melihat luka di bagian tubuhnya. Ngeri juga, mungkin karena saya paling gak tahan melihat luka, apapun itu.

Dengan panjang lebar kedua orang tadi, menceritakan kronologisnya. Diketahui dari cerita yang disampaikan, ternyata jatuh dari motor, setelah ban depan motornya masuk lubang. Kemudian dia tidak sanggup mengontrol laju motornya, lalu jatuh bebas ke aspal jalan raya, tutur keduanya – ternyata beliau abang Ojek, yang pangkalannya hanya berjarak lima meter dari lokasi. *mator sakalangkong, bapak-bapak :)

Saya perhatikan dari raut wajah Dwi, tidak menunjukkan rasa sakit, sesekali dia tetap terlihat tersenyum. Tapi saya yakin dia sebenarnya mencoba menahan sakit yang ada. Dengan luka bagian lengan sebelah kiri, kulitnya mengelupas sepanjang ±12cm, bagian bahu kiripun mengelupas, begitu pula dengan lutut sebelah kanannya dan beberapa luka kecil di bagian jari tangannya. Oh Tuhan, saya gak tega melihat lukanya. Daging pucat terlihat jelas sekali di sekujur lukanya, semakin lama darah merembes bercucuran.

Penanganan langsung dilakukan oleh mbaknya sendiri, mbak Dewi. Gak percuma memiliki mbak yang berkelut di dunia kesehatan. Perlahan ekspresi senyum Dwi berubah, ketika mulai dilakukan pengobatan. Raut wajah tak lagi terlihat tenang. Sepertinya dia mulai takut, atau mungkin karena rasa sakit sudah mulai terasa di tubuhnya. Cucuran darah semakin menutupi daging pucatnya.

Kemudian, mbak Dewi membersihkan lukanya menggunakan Air infus (khusus), sembari mengelapnya dengan kain kasa. Dilakukan berdua sama mbah Putri saya. Sedangkan saya sendiri melihat dengan meringis doang. Ampun, melihatnya saja sudah merinding. Asli, paling nggak tahan lihat luka dan darah. Badan saya serasa lemas. Oh Tuhan, gak tega, sungguh!.

 *) Dibasahi dengan air infus

*) Perlahan dibersihkan dengan Kasa

Saat itulah, Dwi terlihat kesakitan bukan main. Satu sentuhan pelan saja, membuatnya menjerit kesakitan. Air mata yang sedari tadi tak terlihat, sekarang sudah bercucuran deras dari kedua bola matanya. Jeritan penuh sakit semakin kencang terdengar. Sampai mbak Dewi, menawarkan untuk dibius dulu, tapi dia menolak. Lantas, saran berikutnya untuk memasukkan Suprafenid ke lubang (maaf) anus/dubur. Sebagai penghilang rasa sakit, yang menurutnya akan menghilangkan rasa sakit yang ada.

Sayapun berbegas mengambil obat yang dimaksud di kulkas, yang sudah lama berada di freezer. Tapi setelah obat di genggangam saya, ternyata Dwipun kembali menolaknya. Yah, dia gak ingin menggunakan bantuan obat penghilang sakit itu. Jadinya, dia tetap mencoba menahannya sendiri, sambil menangis kesakitan. Setelah lukanya bersih dari bekas kotoran aspal dan debu jalanan. Selanjutnya diolesi menggunakan salep Bioplacenton. 

*) Bagian terakhir, diolesi Bioplacenton

Lalu, Dwi hanya meminta pil penghilang rasa sakit untuk diminumnya. Selepas itu, dia kembali rebahan setelah penangangan pertama selesai. Tapi tetap saja, tangisannya masih mengiringi istirahatnya. Karena, harus menahan sakit luar biasa. Sedangkan obat yang barusan diminum tidak cepat bereaksi, mungkin beda lagi kalau menggunakan Suprafenid, meski cara penggunaannya yang gak biasa.

*) Ini dia obatnya, seperti peluru, kan?

Ngomongin Suprafenid, saya jadi ingat nasib malang obat yang bentuknya menyerupai peluru ini, dengan panjangnya sekitar 2,5 cm dan diameternya setara jari kelingking saya. Pernah dibuang oleh mbah Putri, ke tong sampah dan sempat duduk cantik di sana selama beberapa jam. Beliau nggak tahu, kalau dalam bungkusan plastik hitam itu adalah obat jenis Suppositoria. Beliau mengira hanya plastik bekas bungkus persediaan ikan yang biasa disimpannya di freezer kulkas. Karena dulu mbak Dewi hanya berpesan kepada saya, untuk tidak membuangnya, tanpa sepengetahuan mbah.

Beberapa jam berlalu, bapaknya memanggil tukang pijat urat ke rumah. Karena dikhuwatir saat terjatuh dari motor tadi, mengakibatkan tubuhnya salah urat. Jadinya, dia harus melewati rangkaian pijatan dari sebut saja Ibu Siti (saya belum tahu namanya). Gak jauh beda seperti saat diobati mbaknya. Diapun merintih kesakitan, lebih lagi saat dipijat dekat lukanya. Cuman bedanya, dia gak sampai menangis.

*) Sudah gak nangis, malu mungkin

Keesokan harinya, dia harus tetap bersekolah. Lantaran, saat itu akan diadakan ujian tryout di sekolahnya, yang tuk kesekian kalinya dan besok (Kamis) akan ada UAS. Iyah, sekarang dia jadi siswa tingkat akhir di SMK. Tentu, banyak ujian yang akan ia lewati, yang mestinya kesehatan fisik dan stamina harus bagus. Tapi namanya musibah yang gak diharapkan kehadirannya. Tapi puji syukur, dia tidak sampai mengalami patah tulang. Hanya luka menganga yang dihasilkan dari kecalakan tersebut. Beruntung juga, sesaat setelah jatuh tidak ada kendaraan dari arah belakang yang menyambarnya.

Sekarang keadaannya sudah mendingan, ketimbang hari pertama. Dan semoga saja kondisinya cepat membaik, lukanya lekas kering dan sembuh. Sehingga nantinya, gak mengurangi konsentrasinya dalam menghadapi berbagai ujian yang harus ia lalui. Amin Ya Allah.

***
Saya jadi teringat kejadian serupa yang dialami Santi, sahabat saya. Dia juga mengalami kecelakaan, akibat dari lubang di jalanan yang ia lewati - arah perjalanan pulang dari Malang ke Blitar, rumahnya. Sampai terpelanting dari motornya. Lukanya juga parah, bagian telapak kaki sebelah kanannya dagingnyapun mengelupas. Di lutut, dan pergelangan tangannya juga luka.

Saya sendiri juga pernah bermasalah dengan lubang jalanan. Hanya saja tidak sampai membuat saya jatuh, puji syukur. Cuman, ban depan saya mendadak kempos. Setelah saya bawa ke bengkel, ternyata ban dalam motornya sobek, saking kerasnya benturan dengan lobang itu. Alhasil, abang bengkelnya menyarankan saya untuk mengganti sekalian ban dalamnya. Kalau sekedar ditembel, akan rentah pecah kembali. Itulah, akibat kurang berhati-hati saat melintasi jalanan berlobang.

Dari beberapa cerita di atas, saya ingin menghimbau untuk sahabat semuanya, agar senantiasa berhati-hati dalam berkendara. Terutama di kontur jalan yang sudah tidak mulus dan rata. Seperti dalam kasus ini, jalanan yang berlubang. Perlu menambah kewaspadaan, di mana sekarang masih musim penghujan. Tentunya lobang-lobang yang ada akan tertutupi air. Jadi semakin sulit mengetahui ada lobang, ataukah hanya genangan air saja, terlebih bagi pengendara baru di jalanan tersebut.

Hal lain yang bisa diperhatikan adalah jarak dengan kendaraan di depan Anda. Ini berguna untuk antisipasi dari keadaan tak terduga. Sehingga ketika ada kontur jalan yang berlubang, kendaraan di depan bisa dijadikan contoh dan memungkinkan Anda tak ikut masuk ke lubang yang sama. Hal inipun sebagai kesempatan untuk menghindari lubang itu.

Selain itu, Anda harus tetap fokus dan konsentrasikan dalam berkendara. Dengan seperti itu, respon Anda bisa tanggap, sehingga yang ada gangguan di depan bisa cepat diantisipasi. Untuk pengereman, biasakan dilakukan secara perlahan ketika melewati lubang. Karena, apabila melewati lubang dengan kecepatan kendaraan yang tinggi, dapat memicu hilangannya keseimbangan dan sulit dikendalikan.

Jika Anda sedang melakukan perjalanan pada malam hari. Waktu cukup seperti ini cenderung lebih rentan. Karena pencahayaan yang kurang, bisa saja lubang-lubang di jalan akan sulit terlihat. Jarak pandangpun semakin terbatas, beda jauh, tak seperti berkendara pagi hari. Sehingga, pastikan lampu depan sudah dalam kondisi baik, terang, tidak redup.

Khususnya pengguna kendaraan roda dua, agar lebih mawas diri. Supaya terhindar dari kecelakaan yang tak diinginkan. Apalagi bagi kalian yang sering berkendara ke luar kota, yang harus melalui rute jarak jauh. Jikalau sudah lelah, ada baiknya memilih untuk beristirahat terlebih dahulu. Karena, kecelakaan tak melulu diakibatkan dari faktor jalanan yang gak layak, tapi akibat dari dari pengendaranya juga.

Sebelum bebergian, selalu mengawalinya dengan doa juga. Amin, semoga kita selalu berada dalam lindunganNya dan terhindar dari hal-hal yang tak dinginkan. Yuk, berkendara sehat, yang selalu mengutamakan safety, karena ini yang menjadi kunci keselamatan dalam berkendara kita. penting juga untuk selalu mematuhi rambu-rambu yang ada.  Selamat berkendara :)


Richo A. Nogroho
Sumenep, 12 Maret 2014
Hai, sudah baca yang ini?

54 Komentar. Tambahkan juga komentarmu »

  1. ngeri juganya akhibat lubang dijalanan...meringis juga lihat lukanya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah mas, gegara jalan yang berlubang. maaf, fotonya tanpa sensor, hii.. :D

      Hapus
  2. Waduh jalannya parah banget kerusakannya. Ga ada pengaspalan ulang kah mas?
    Semoga dwi cepet sembuh yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk lokasi jatuhnya, hanya lobang itu yang mengalami rusak, mas. kalau foto di atas, hanya ilustrasi saja. setahu saya, terakhir melintas di lokasi tuh, belum ada tanda perbaikan. Amin Ya Allah, makasih doanya yah mas:)

      Hapus
  3. Iya, di daerah Jakarta banyak sekali jalanan berlubang dan harus hati" dalam berkendara :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah gitu yah, mbak Titis. iyah mbak, kalau melintasi jalan yang rusak, mesti berhati-hati:)

      Hapus
  4. Ngeri mas saya lihat lukanya..
    Karena kebetulan saya juga paling ngeri dengan luka dan darah.
    Iya benar, kita mesti hati-hati dengan banyaknya jalan yang berlubang. Eh, kan itu ada lagu "Al-Abror", yang judulnya Embong rosak.. Pernah denger gag mas? :)

    Salam..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saporana mas, fotonya tanpa sensor, hii..
      Hhehe, sama yak, merinding lihat yang begituan:D
      Iyah mas, selalu waspada. itu lagunya campuran dari dua bahasa daerah tah?. dari judulnya Embong (Bahasa Jawa) dan Rosak (Bahasa Madura). wadu, saya belum pernah mendengarnya, mas :D

      Hapus
  5. Serem banget, keliatannya parah lukanya. Semoga cepet sembuh kembali. Di Bandung juga banyak jalan bolong, kalau aku dibonceng teman naik motor suka ngeri sendiri. Harus cepat2 dibenahi jalan bolong nih, berbahaya. Jangankan naik motor, naik angkot aja yg suka ugal2an suka bikin sport jantung pas ketemu jalan bolong. Hati2 buat para pengendara...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah mbak, maaf, fotonya tanpa saya samarkan lukanya, tanpa edit. Amin Ya Allah, makasih donya, mbak:). Oh gitu, iyah paling ngeri yang dibonceng, kalau yang ngemudikan setidaknya tahu kontrolnya, sementara yang di belakang was-was yah, mbak. tak menampik juga bagi pengendara roda empat, adanya lobang tetap menjadi ancaman yang gak boleh dientengkan, karena celah sedikit saja dapat menimbulkan hal buruk, yang mungkin bisa saja terjadi. semoga saja tidak ada lagi korban, jadi kita tetap berhati-hati:)

      Hapus
  6. Yang lebih menakutkan kalau jalanan (kelihatannya) mulus tapi sebenarnya ada lubang tak terlihat. Terutama di malam hari; ditambah minimnya lampu penerangan di sisi jalan.

    Semoga sepupu sampean cepat sembuh dan kejadian serupa tak terulang lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau lobangnya tertutup genangan air itu mas, tanpa mengira padahal ada lobang, ngerti kalau itu. benar mas, kalau malam jarak pandang juga terbatas.

      Amin Ya Rob, matur nuhun doanya, mas Lutfi. Amin, semoga kita dijauhkan dari kemungkinan burut itu dan lainnya :)

      Hapus
  7. Duh gara-gara jalan berlubang kakinya bisa kayak gitu, ngeri. Semoga aja Bioplacenton bisa mengobatinya dengan cepat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jatuhnya ke aspalnya mas, jadi benturan dan gesekan itu mengakibatkan luka di kulitnya. Amin Ya Allah, semoga mas, makasih doanya yah :)

      Hapus
  8. sudah banyak korban akibat jalan berlubang, kapan pemerintah bertindak dengan memperbaikinya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas Joe, beberapa kasus kecelakaan lantaran dari jalan yang tidak layak. sudah semestinya dilakukan penambalan pada ruas jalan yang rusak, mudah-mudahan pihak terkait bisa segera membanahi infrastruktur jalanan yang rusak, guna menekan angka kecelakaan akibat itu.

      Hapus
  9. semoga sepupunya lekas baikan yak..
    didaerah saya juga jalannya banyak lubangnya, apalagi ini abis hujan. aspal banyak yang lepas, dan hasilnya banyak lobang disana-sini.
    kalau gak konsentrasi dijalan bisa-bisa banyak pengendara yang jatuh karena lobang jalan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin Ya Allah, terima kasih mas Haris.
      oh begitu yah, mas. genangan dari air hujan itu mempercepat rusaknya aspal jalan. bagi kita sebagai pengendara, mungkin terus berhati-hati yah, mas. lebih baik pelan asalkan selamat:)

      Hapus
  10. Balasan
    1. Itu mbak, dia jatuh masih di badan jalannya (nyium aspal), jadi adanya benturan dan gesekan itu yang mengakibatkan luka di kulitnya (ngelupas).

      Hapus
  11. Balasan
    1. Amin Ya Rob, makasih yah mas doanya :)

      Hapus
  12. Halo Richo, saya komen juga ya. Semoga sodaranya cepat sembuh.
    2 tahun yang lalu ketika saya mudik, Bapak dan Adik saya juga jatuh dari motor karena jalan nya rusak mirip di poto tulisan ini. Akhirnya saya harus menginap di rumah sakit semingguan :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, mas Sandy. wah iyah, terima kasih sudah berkunjung ke sini. Amin Ya Allah. makasih mas tuk doanya. Gusti, bapak dan adik pernah mengalami kejadian karena jalan berlobang juga yah, mas. wadu, mudah-mudah tidak sampai terjadi lagi, mas.

      Hapus
  13. Subhanallah.. Semoga Dwi bisa segera kembali pulih ya, Bang. Amiiin..

    Aku pernah jatuh gegara orang yang ngehindar dari lobang jalan. Ih, sebel banget deh. Mana ngga mau nolongin, lari gitu aja. Hiks. :(

    Kalo temen SMA ku, sampe terseret gitu. Telapak tangannya yang jadi korban. Segitu garangnya dia, bisa langsung nangis jejeritan pas dibersihin lukanya. Kasian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah, mbak. Amin Ya Allah, terima kasih doanya yah, mabk :)

      Oh, jadi mbak sebagai korban orang itu yah. wadu, kok nggak bertanggungjawab yah, mestinya tidak kabur begitu saja. semoga lain kali tidak sampai terulang lagi.

      Ya Allah, sampai terseret?, adu, pasti terasa sakit sekali dianya, mbak. dari nangisnya sampai menjerit gitu, kasihan sekali dia.

      Hapus
  14. kondisi jalannya sangat membahayakan pengendara motor ya mas :D
    kunjungan perdana n salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah sangat beresiko, lebih lagi kalau melewatinya nggak hati-hati, mbak.
      Wah, terima kasih sudah bersedia mampir, salam kenal juga, mbak Indri :)

      Hapus
  15. ya Allaaah itu luka bikin aku ngiluuuu,,, memang kalau tergenang air kadang jalan berlubang enggak kelihatan tau2 mak jedug....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf yah, mbak Nunu, foto-foto di atas tanpa sensor :D
      Iyah itu bahaya, mbak. soalnya nggak terlalu jelas ada lobang dalam, atau hanya genangan yang dangkal. jadinya, kita harus selalu waspada kalau melewati genangan air.

      Hapus
  16. Setelah baca tulisan ini jadi pengen lebih hati-hati lagi kalau naek motor.
    Semoga cepe sembuh ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah kita lebih berhati-hati dalam berkendara, mas.
      Amin Ya Allah, terima kasih doanya yah, mas :)

      Hapus
    2. Gimana keadaannya sekarang. Temen saya juga kemaren ada yang kecelakaan gitu. :(

      Hapus
    3. Alhamdulillah, semakin membaik, lukanya juga mulai kering, mas. waduu, semoga temannya mas cepat membaik dan pulih yah, mas:)

      Hapus
  17. Balasan
    1. Iyah mas, kalau nggak berhati-hati, sangat berbahaya.

      Hapus
    2. Iyah mas, sip. semoga kita dijauhkan dari kecelakaan serupa.

      Hapus
  18. artikel yang menarik, jadi membuat saya waspada kalau ada jalan berlubang.
    hrs ati2 jangan ngebut.
    aduh kasian beliau jatuh di dekat pangkalan ojeknya :(
    hal ini jd pelajaran buat pembaca yg juga pengendara motor agar berhati2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menekankan lagi biar kita lebih berhati-hati, mbak. mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari kejadian seperti itu dan kemungkinan buruk lainnya. Amin Ya Allah..

      Hapus
  19. wah, senasib dengan nganjuk mas, ada beberapa ruas jalan yang lubangnya udah kayak pemandian kebo,, tapi beruntunglah pemilu makin dekat,biasanya para caleg pada caper dengan perbaikan jalan,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waadu, begitu yah, mas. berbahaya kalau melintasinya, hhehe mudah-mudahan mereka membenahi jalannya, meski diniati caper tapi membantu masyarakat pengguna jalannya :)

      Hapus
  20. Iya berbahaya memang yang sepert ini, apalagi pas musim hujan ...

    Mudah2an luka Dwi cepat sembuh ya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau musim hujan selain licin, lobang-lobangnya tertutup genangan air itu, Bun. jadi samar keberadaannya.

      Amin Ya Allah, terima kasih doanya, Bunda :)

      Hapus
  21. Jalan rusak memang membahayakan, ya. Syukurlah lukanya ditangani. Semoga gak ada lagi kejadian serupa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah, mbak Indi, sangat beresiko bagi pengendara yang melintasinya. Puji syukur, berkat itu keadaannya mulai membaik. Amin, mudah-mudahan tidak ada korban lagi, di manapun, semoga :)

      Hapus
  22. Memang banyak kecelakaan terjadi akibat jalan berlubang. Terutama menimpa pengendara motor. Semoga lekas sembuh sepupunya ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rentan mengakibatkan kecalakaan, Bun, apalagi roda dua mudah kehilangan keseimbangan. Amin Ya Allah, terima kasih banyak doanya yah, Bun:)

      Hapus
  23. Jalan berlubang sudah menjadi pemandangan sehari-hari di sini pak #Bogor.
    Kurangnya perbaikan dan perhatian dari dinas terkait semakin membuat panjang daftar pengguna kendaraan yang menjadi korban.
    Salam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wadu gitu yah, mas. lebih dari di daerah pedalaman, yang kurang tersentuh. mudah-mudahan dinas terkait lebih bekerja lagi, karena kita yakin mereka tahu keadaan itu. sehingga mengurangi kecelakaan lalu lintas seperti di atas.
      Salam :)

      Hapus
  24. Eh busyet ancur banget tuch jalan berlubang, mesti ati2 ... ngilu liat luka nya jadi ikut ngebayangin perih nya :-(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau gambar di atas bukan lokasi kejadiannya, mas. iyah sama dan ngeri juga, mas.

      Hapus
  25. wadeww .. serem bgt ya, kebayang kl lewat di sana malam hari, pemerintahan nya gmn nih ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rentan jadinya, mbak. kalau nggak berhati-hati bisa terperosok atau sampai jatuh. pemerintah tahu hanya kurang bertindak saja. mestinya jalan yang sudah tak layak mendapat perhatian serius. agar kejadian seperti di atas gak terjadi yah, mbak :)

      Hapus