Bicara Galaksi Pungky

Galaksi Pungky?, bukan, bukan berupa  gugusan bintang Pungky. Itu berasal dari alamat blog yang dimiliki oleh salah satu kandidat 10 besar Srikandi Blogger. Ok, kelihatannya saya mengetahui banyak. Tapi tidak. Jujur saja, saya baru mengetahuinya kemarin malam, dari salah satu postingan sahabat blogger. Dari ulasan yang dibawakannya menarik perhatian saya. Sehingga naluri kekepoan saya bangkit dengan sendirinya.

Oh ternyata, dia sedang mengadakan giveaway. Hua, ada hadiah di balik itu. Siapa yang tahan liat hadiah menggiurkan. Delapan buku plus tanda tangan penulisnya dan satu lagi mystery box (apa yah?). Oke, mari kita ulang supaya dramatis. Delapan buku PLUS TANDA TANGAN PENULISNYA DAN SATU LAGI MYSTERY BOX. Blogger mana yang bisa jaga diri liat begituan?. *manjat pohon

Jadinya saya memutuskan ambil bagian dalam giveaway yang diselenggarakannya. Tapi gini, bukan karena menginginkan hadiahnya, bukan. Tapi berharap dikasik sajalah, hhaha. Karena apa?, saya tidak banyak tahu mengenai blog mbak Pungky (lagaknya sok akrab). Mengingat tugas peserta membahas mengenai Galaksi Pungky. Iyah,  tentang blognya doang. Doang bagi yang banyak tahu. Lah saya ngerti apa?, plis mbak, saya dikasik saja yah. Hhaha.. *mupeng. Dan begitulah, aroma kekalahan sudah membayangi saya.

Lantas, apa yang bisa saya bahas dengan minimnya pengetahuan mengenai blognya?. Asli, baru tahu. Suer werewerewer jawabannya baru tahu!. Huaa, kenapa mbak Pungky tidak kenal saya sejak dulu?, kenapa baru sekarang mbak?, kenapa?. Eh sorry, kebalik yah. Kenapa saya tidak kenal mbak Pungky sebelumnya. Aiih, sepertinya saya ketinggalan informasi - mengenai keberadaan blog menarik yang dia miliki.

Tapi beruntung, ketentuan dari giveawaynya menurut saya tidak begitu ribet. Membebaskan peserta tanpa terikat pada satu ketentun saja, iyah bebas. Jadi mbaaaak, saya sadar kalau giveawaynya memang punya mbak, dan suka-suka mbak juga memberikan ketentuan. Tapi karena bebas -setidaknya ada tiga kata “bebas” yang saya tangkap. Jadi suka-suka saya juga menulisnya, bebas kan. Hihi.. *digaplok

Tadinya malah mau menulis [email protected] [email protected] [email protected] Karena termasuk alay yang sudah gak ketolong. Tapi bersyukur sebelumnya sudah melewati kemo terapi yang memakan waktu tak sebentar. Jadi sekarang sudah tidak terlalu akut lagi alaynya. Dan jikalau menggunakan itu, akan susah dibaca orang dewasa dan tak ketinggalan saya harus memberi pesan:

Warning!. Postingan ini tidak untuk dibaca remaja di atas umur tanpa pengawasan anak muda alay.

Nah loh, menyadari kemungkinan mayoritas yang membaca bukan anak alay. Kalau ada yang baca sih, paling mbak Pungkynya saja, itupun terpaksa:P. Ngaku deh mbak. Terkadang kejujuran memang pahit kok. Oleh sebab itu, setelah melalui berbagai pertimbangan. Saya memutuskan menulis ala kadarnya - dengan pengawasan orang tua (diwakili teman kos).

Yah, setidaknya ini sebagai tanda perkenalan dari saya. Iyah kan mbak?, diiyain saja mbak. Karena tak kenal maka tak sayang. Jadi, kita kenalan dulu yuk mbak. Eng, nama panjang saya Richo A. Nogroho. Biasa dipanggil Richo atau Cho-cho. Malah ada juga yang manggil Richa, eh itu kalau mangkal sih, mbak. Haha, bercanda. Itu nama adek perempuan saya mbak, serius Richa :). *nunjukkan KK

Ok, di sini saya mencoba mengulas dengan menggunakan tiga metode. Pertama dengan menggunakan metode kuantitatif. Berdasar analisis dari beberapa postingan yang saya baca. Kajian yang saya lakukan juga sederhana. Kalau dalam bahasa Yunani kuno metode ini lebih dikenal dengan “Sok Tau”. Kedua, metode komparatif, dari kecendrungan sisi berbeda dari yang lainnya. Di negara kita, khususnya anak alay muda menyebutnya dengan “SKSD” (Sok Kenal Sok Dekat). Ada lagi yang ketiga hipotesis, perlu diingat kalau yang ini. Karena belum tentu benar. Menurut bahasa Latinnya adalah “Sotoi(ini sama yak, biarkan).

PS: Saya gunakan pengandaian yang meleset dari arti sebenarnya. Tidak bermaksud merubah arti dari metode yang ada. Catat, no offense.

Habisnya mbak sii..iiiih!. Siapa suruh gak membatasi peserta blogger hanya yang sudah kenal lama. Di pra-aturan mbak justeru berkata Aku mau sedikit bagi-bagi hadiah untuk temen-temen blogger. Ikutan yaaaa :D. Nah looh, diajak semua teman-teman blogger. Dan bukankah kita sudah berteman mbak?, kan tadi sudah kenalan (sepihak), hahah, yeyeye. Selanjutnya di aturan mainnya malah Kamu adalah blogger, iyah, saya blogger mbak. Bahkan, di akhir postingan GAnya ada pernyataan gini Gak ikutan gak temenan yaaaa...”. Waduu, saya ikutan kok mbak, ikut, kita tetap temanan yah. *mengacungkan jari kelingking, *janji

***
Well, ada beberapa kesan bagi saya, selaku pembaca awam yang baru mengetahui blognya. Meski hanya dari beberapa postingannya, tapi dia sudah mampu memikat (hati) saya untuk terus membaca, membaca lagi, lagi, dan lagi. Sepertinya mulai terjerumus dalam tatanan Galaksi Pungky. Tapi sebelumnya ijinkan saya tunjukkan dulu sosoknya. Sudah pada tahu Cho!, tapi biar suka-suka saya. Taraaaaa.. ini dia yang dimaksud.

*) Si empunya blog Mo Cuishle (sumber foto dari blognya)

Mempunyai nama lengkap Punky Prayitno. Umurnya 24 tahun. Dia berdomisili di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia. Daaaan seterusnya...

*) Dibaca sendiri yah, saya susah nerjemahkannya, hhaha. (sama dari blognya)

Lanjut saja kekesan yang saya dapat. Sedikit saja, kalau tidak salah hitung ada 11 poin. Semua berdasar dari apa yang saya ketahui, dengan menerapkan tiga metode seperti Sok Tau, SKSD, dan Sotoi. Maka, didapat beberapa poin di antaranya:
  1. Tulisannya Mudah Dimengerti
  2. Sarat akan pesan moral
  3. Tulisannya terasa hidup
  4. Murah senyum a.k.a Ngakak
  5. Sikap yang terkontrol
  6. Menulis dari sudut pandang berbeda
  7. Semangat dan percaya dirinya
  8. Tidak jaim, apa adanya
  9. Membangkitkan imajinasi
  10. Kreatif
  11. Ada yang khas
Baiklah, tanpa panjang lebar lagi. Saya akan coba jabarkan satu-persatu:

1. Tulisannya Mudah Dimengerti
Kesan pertama ini yang saya peroleh. Tulisan mbak Pungky ringan, membacanya mengalir begitu saja, mudah dipahai, dimengerti. Yah, sebagai kalangan pembaca yang susah memahai dan mencerna suatu bacaan. Itu sangat membantu saya guys. Karena untuk membaca tulisan yang berbobot, saya butuh waktu lebih banyak untuk mengulang membacanya. Tapi tidak untuk tulisan mbak Pungky. Mudah dimengerti tanpa mengurangi pesan yang ingin dia disampaikan.


2. Sarat akan pesan moral
Menarik membaca tulisannya yang mengangkat agama. Saya dapat dari dua tulisannya yang berjudul “Tanpa Pernah Sekalipun Tertukar” dan satu lagi yang “Bagiku Agamaku Bagimu Agamamu”. Kebersamaan yang terjalin meski berbeda agama. Dan betapa toleransi dia jungjung setinggi mungkin. Saya jadi teringat sahabat karib saya yang non muslim. Begitu juga, kami tidak sekalipun mempertentangkan perbedaan agama kami. Malah kami sangat dekat dan saling mengingatkan satu sama lain. *curcol

"Soal Sarjana dan Tai Kucing yang Menempel di Toganya”. Ini lagi misalnya, ada pernyataannya yang berbunyi Bagiku sarjana adalah tanggung jawab. Tanggung jawab atas apa yang orang tuaku percayakan selama empat tahun lebih. Tanggung jawab atas cita-cita masa kecil yang aku percayakan di bangku kuliah.. Memaknai begitu dalam sekali dan bagian terakhir yang menarik yakni “Gak masalah IPK minimal, yang penting doa dan kerja keras selalu maksimal".

Saya sependapat, IPK tidak menjadi jaminan mutlak seseorang mendapatkan pekerjaan. Kemampuan seseorang tak sepenuhnya tercermin dari IPK. Saya jadi ingat film The Internship. Salah satu menager dari kelompok magang di perekrutan pegawai Google (dalam film itu), dia bernama Lyle, berkata “..perbedaan ada di dalam DNA kita. Kukira tujuan kita mencari orang (pekerja) dengan cara berfikir yang berbeda..”. Yah, ada faktor lain yang dijadikan pertimbangan.

Pernah nonton film The Internship kan mbak?. Ada kan cerita tentang kegigihan dua sahabat yang sedang mencari pekerjaan. Bahkan keduanya tak memiliki ijazah Perguruan Tinggi, tapi bisa tembus dan duduk sebagai pegawai full time di markas Google -setelah lolos melalui proses magang yang tak mudah bagi mereka. Kalau belum pernah nonton, ihik, mbak lebih kuper dari Richo. Itu pertanda gawat!.

Kaitannya dengan yang mbak katakan. Bahwasanya ada dua hal yang lebih dari itu, yaitu prosesnya. Iyah, doa dan kerja keras. Di mana keduanya saling berkaitan. Percuma berdoa, tanpa kerja keras, dan sebaliknya. Saya suka di sana ada kata “selalu”, dan “maksimal”. Ah tapi gak nyambung yah mbak?. Entahlah, hhehe. Tapi saya jadi teringat film itu. Intinya memberi gambaran kalau kerja keras bisa mengalahkan skill. Kemampuan hanya penunjang, jadi kerja keraslah (juga) menjadi faktor penentu.


3. Tulisannya terasa hidup
Membuat postingannya dengan menyelipkan tanda tanya (?), seakan hendak berinteraksi. Iyah, pembaca seolah turut terlibat langsung dengan tulisan yang sedang ia baca. Selain itu penuh aksi, seperti *buang muka*, *digaplok*, *senyum tersipu*, *dibekep* dan sebagainya. Jadi tulisannya semakin hidup, aktif gak pasif. Seakan ada reaksi yang menegasinya. Saya kadang juga menggunakan itu. Jadi ngebuat saya semakin merasa suka membaca tulisannyanya.


4. Murah senyum a.k.a Ngakak
Terlihat dari gaya bahasanya sepertinya dia ceria. Anaknya asik, mudah bergaul dan gokil. Daya tarik utama bagi saya itu. Mudah sekali baginya untuk tertawa. Yang terkadang saya bertanya pada rumput yang bergoyang, “Mbak Pungky tuh ketawa, apa lagi kesurupan yak?”, haha peace. Soalnya ada ketawanya yang puanjaaaang, mau ngalahi rel kereta. Kayak gini: “Hahahahahaha  dan Buahahahahahahahahahahahahahahaha”.


5. Sikap yang terkontrol
Berbeda dengan poin sebelumnya. Selain ceria dan mudah tersenyun. Dia juga pintar menempatkan sikap keceriaannya pada kondisi tertentu (dalam hal ini tetap, bicara postingannya). Saya melihat jika dia membahas yang menyangkut moral, kritikan, argumennya. Sedikitpun tidak menunjukkan keceriannya, keheboaannya, tertawanya (seperti kesurupan), dan nya-nya lainnya. Adakalanya serius dan sebaliknya. Dia sanggup mengemas dari dua sudut penyampaiannya yang berbeda.


6. Menulis dari sudut pandang berbeda
Dari beberapa postingan yang saya baca, yaitu Petualangan Finansial Pekerja Seks Komersial. Saya suka sekali dengan pokok bahasannya. Mengangkat cerita dari sudut pandang yang berbeda, positif sekali. Tidak seperti kaca mata masyarakat jamak melihat sosok dari PSK umumnya. Dalam postingan itu, tidak satupun saya mendapati cibiran, hujatan dan sejenisnya. Sama sekali tidak. Malah, dibuat untuk merubah prasangka yang berkembang jauh sebelumnya. Dan seperti biasa, di akhir postingan ada pesan moral yang bisa didapat pembaca.

Tulisan itu berada di label Galaksi Selangkangan. Selangkangan?, iyah, sepintas bisa dimaknai demikian. Tapi saya belum masuk ke dalam lebih jauh. Hanya dari postingan terbarunya yang saya baca. Mungkin suatu hari nanti akan saya lahap semua tulisan yang berada di sana. Sungguh penasaran, apa yang sebenarnya dia ingin sampaikan. Dan lugas, sanggup membuat persepsi dan praduga. Sehingga membuat pembaca (baru seperti saya) semakin  terseret dalam tanya yang dia buatnya.

7. Semangat dan percaya dirinya
Tak perlu diragukan lagi. Misalnya, ketika sekitarnya meragukan posisinya sebagai pasangan muda, yang telah dikaruniai anak. Dengan percaya dirinya ingin mematahkan keraguan yang ada. Banyak sekali yang telah dia lakukan, di tengah kesibukannya sebagai mahasiswi tingkat akhir, bekerja, sebagai istri, dan sekaligus seorang ibu untuk anak mungilnya. Saya membayangkan betapa sibuknya menjalani rutinitas yang banyak menyita waktu tersebut (Ibu Rumah Tangga, red).

Tapi dia sanggup, bahkan menjadi salah satu blogger yang terkumpul di Emak-emak Blogger. Di mana kumpulan dari para wanita hebat yang banyak menginspirasi melalui karya tulis di blognya. Malahan sekarang masuk 10 besar. Wih, selamat yah mbak, sukses selalu dan semoga menjadi pemenangnya :)

8. Tidak jaim, apa adanya
Tulisannya begitu alami. Mencerminkan anak muda sekali. Meski ada postingannya yang serius, sukses membuat dahi saya mengkerut. Tapi semua dia tulis apa adanya. Bebas, lepas *kayak lagu. Terkadang ada yang berlagak ini itu, tapi tidak untuknya. Bahkan dengan gagahnya mengaku dirinya jarang mandi di postingan berjudul: Jarang Mandi, Memanusiakan Diri Sendiri.

Berbagai dalih yang diperkuat dengan argumen yang ada mengenai Feronom. Sampai membawa Tuhan juga dengan berkata Padahal, Tuhan sudah menciptakan wangi khas di tubuh kita masing-masing dan belum puas, menyeret para ahli dengan pendapatnya Di masa depan nanti, feromon diperkirakan bisa jadi salah satu identitas diri. Yang dianalogikan “..bahwa bau badan yang dihasilkan feromon itu seperti sidik jari. Jadi, kita masing-masing punya bau yang unik dan sangat berbeda dengan manusia lainnya.”.

Namanya alasan, tetap alasan mbak, mau logis apa tidak. Haha :p. Tapi saya suka pemaparannya, tak sekedar mengulas kemalasan mandi tapi juga banyak informasi yang bisa diserap pembaca, termasuk saya. Seperti dari penjelasannya mengenai Feromon, membuat saya jadi ngerti apa itu feromon. Makasih:).


9. Membangkitkan imajinasi
Ada postingan yang paling menggangu indra penciuman saya. Ketika saya membaca postingan yang membahas Feronom. Iyah, tidak jauh dari poin sebelumnya. Aiih, suer. Terlalu mendalam dan banyak penekanan tentang bau badan. Saya jadi tak henti-hentinya mengingat bau badan teman-teman saya (bau badan sendiri, gak sadar *sok polos). Bahkan deretan teman SMP, SMK, kuliah, dan di lingkungan sekarang (kosan) ada di kepala saya semua. Iyah memang ada yang khas, tapi terlalu diulek sejauh itu. Apalagi imajinasi saya mudah berkembang. Jadi gak ketolong ngebayangin aromanya.


10. Kreatif
Saya peroleh setelah membaca postingan mengenai Gorgeous with Kain Jarit. Ada saja yang dijadikan kreasi, meski bahan yang digunakan cenderung dipakai untuk kebutuhan nenek-nenek. Tapi hasilnya keren. Suer, gak muji. Ngomong-ngomong saya melihat label “PungQreative”. Tapi saya belum melihat dengan rinci. Nanti ah tak intip.

Eh iyah, foto paling bawah gak pantas disebut cabe-cabean mbak. Kurang tepat. Karena masih serasi padu-padan warna yang didominasi coklat. Baik itu kain jarit, dan topi boneka macan (kalau gak salah lihat, sepertinya macan). Coklat warna kesukaan saya, gak tanya yah?, ah lupakan lagi. Serta gelangnya masih serasi dengan kalungnya. Karena setahu saya cabe-cabean campur aduk, dan tidak matching warnanya, tabrakan.


11. Ada yang khas
Baru kali saya mendapatkan format di akhir postingan. Yang pada umumnya, misalnya menutup dengan: Malang, 15 Februari 2014.

*) Seperti postingan saya di sini

Tapi dia tidak sebatas itu saja, masih terselip cerita yang mengiringi postingannya.  Dari postingan yang saya baca misalnya, dia mengakhiri dengan:
Purwokerto, sambil meratapi eyeshadow pallete gak guna 12 november 2013
Purwokerto, 24 tahun penuh cinta dan abu vulkanik, 2014
Purwokerto, belom mandi sejak kemaren sore, Januari 2014. Dan seterusnya.

Namun, tak cukup hanya seperti itu. Masih ada satu alinea lagi, pesan moral tertentu dan lain sebagainya. Itu sedikitnya kekhasan dia yang saya tangkap.

***
Mohon maaf mbak, mungkin tidak bisa mewakili blognya. Hanya berdasar apa yang saya baca dari beberapa postingan. Iyah, baru beberapa saja mbak. Malah sekalipun belum meninggalkan jejak di kolom komentar. Semalam saking asiknya membaca, selesai main close tab, buka lagi, selesai, close tab lagi. Hehe, nanti pasti mampir lagi mbak. Ketagihan.. *tanggungjawab loh mbak

Asli, itu tidak mencakup semuanya, misal dari prestasi, buku yang dihasilkan, dan hal lainnya. Seperti di sidebar kanan terlihat tulisan mbak Pungky yang dimuat di beberapa media cetak. Wua, memang gak diragukan lagi kemampuan mbak dalam hal mengolah kata. Tapi saya belum masuk ke salah satu artikelnya.

Nanti saya baca mbak, satu-persatu. Jadi sayapun gak berani membahasnya di atas. Kalau saja di bahas semua mungkin akan membutuhkan banyak waktu untuk saya merangkumnya. Nyerah deh, mending angkat bendera perang. Susah juga, kebanyakan prestasinya sih. Fix ya Cho, Richo.. kita marahan!.sambar mbak Pungky.

Eh iyah, kebanyakan kok mengulas kepribadian mbak yah?. Saya bingung entah ini disebut review, apa malah ngegosip, atau mungkin ini yang namanya The Power of Sok Tau. Maka dari itu, saya atas nama pribadi mohon maaf, apabila ada perkataan saya yang kurang berkenan. Maaf, memang tak pantas ‘seenaknya’ mengatakan demikian. Menyadari terlalu dini jika saya mengulas blog mbak dengan cara seperti ini. Mengingat saya sendiri baru mengetahu kemarin malam.

*) Komentar saya di blognya mas Rosyid (Source)

Tapi seperti yang telah saya sampaikan. Ini akibat kesok-tahuan saya. Mau mengkritik apa juga, baru kenal. Jadi melalui pendekatan dengan menggunakan tiga metode yang saya gunakan di atas. Tapi jujur saja, itulah kesan yang mbak berikan terhadap saya. Berdasarkan apa yang saya baca dari beberapa postingan di blog mbak Pungky. Tentunya, semua dari kaca mata saya pribadi.

Anyway, bisa dibayangkan betapa sadisnya saya. Baru kenal mbak Pungky, sudah berani mengulas tentang konten blognya, yang mengarah ke kepribadiannya. Alhasil, saya tetap bertekat (ketimbang gak temanan coba?) menggunakan metode Sok Tau, SKSD, dan Sotoi. Ampun mbak, jangan jitak saya, ampuun. *kabuuur ~


Oh iyah, hampir lupa. Mbak kemarin baru ulang tahun yah?, cieeee!. Meski telat, selamat dulu yah, hehe. Selamat ulang tahun yang ke-24 yah mbak Pungky. Semoga semua keinginan dan harapannya bisa segera terwujud di tahun ini. Kebahagian seutuhnya bersama anak, suami, keluarga, dan semuanya. Sukses selalu yah, dan sukses juga tuk GAnya. Semoga berkah, dan semakin menginspirasi kami semua :) #maafralatumur
Hai, sudah baca yang ini?

26 Komentar. Tambahkan juga komentarmu »

  1. Hahahaha
    Keren mas tulisannya.
    Ini kok malah nyaingin si Pungky ya? :)
    Ternyata ada dua tulisannya yang sama yang termasuk pilihan kita.
    Eh, itu kok ada nama saya?
    Hehehe

    Salam..

    BalasHapus
    Balasan
    1. mator sakalangkos mas :D
      haha nggak mas, nggak bisa gitu juga, haha. ketular cerianya, jadi enteng nulisnya gak ada beban, kadang geglungan, jungkir balik.. *aiih, itu kumat :D
      hehe. itu khilaf mas (baca:sengaja) soalnya saya pertama tahu dari surat mas untuk mbak Pungky itu :)

      Hapus
  2. semoga sukses ikutan GA nya dan semoga Pungky juga sukses di Srikandi blogger 2014.. btw, nanti datang saja dan dukung langsung di acara grand final nya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, Amin, Ya Allah. makasih tuk semua mas doanya, saya turut mengamini juga. kalau tempatnya bisa dijangkau dari lokasi saya, ingin datang mas, tapi kalau jauh ikut menyimak dari sini saja :)

      Hapus
  3. keeeereeen..lengkap dan ada sisi humornya :)

    semoga menang ya, jangan lupa kalau menang hadiahnya berbagi sama saya ya :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak, atensinya :)
      Amin Ya Allah, hhehe berbagi kebahagian yah mbak :D.
      Ayuk ikutan juga mbak, masih ditunggu nih sama mbak Pungky :)

      Hapus
  4. Balasan
    1. Amin Ya Rob, makasih yah mas. Ikutan juga dooong :)

      Hapus
  5. lengkaaaaap bangeeet reviewnya, kereeeeen !!
    goodluck yaaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih apa adanya mbak, gak terlalu. Hanya sebatas yang saya tahu saja, hihihi..
      Amin Ya Allah, makasih yah mbak. Yuk juga ikutan mbak :)

      Hapus
  6. Ada 2 hal yang dapat saya simpulkan dari postingan ini.
    1. Postingannya panjang yah.
    2. Mbak yang difoto cantik.

    Salam Kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eng, tapi saya akan menjawab dengan satu jawaban saja mas, yaitu Iya, saya sependapat :D

      Salam kenal juga mas, terima kasih :)

      Hapus
  7. wah reviewnya detail pake banget, kalau saya kayaknya harus semedi dulu biar dapat wangsit untuk bisa nulis sepanjang ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi detailnya tapi masih sebagian mas, hhehe.
      Mas kan baca sudah saat jadi, gak tahu prosesnya. Saya juga bersemedi, binsalabin, merem sejenak, buka mata, eh jadiii (jangan percaya). Salam yah mas Gun :)

      Hapus
  8. mas? mas richo? sala ya

    oiya tulisannya keren sampai sampai mengelitik saya untuk ikut-ikutan menulis seperti mas richo hehehe..dan palagi saya dapat pentolan ide untuk menulis seperti mas dan saya harus bisa

    salam manis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salah mas, yang benar Adek, dek Richo :D
      Makasih mas perhatiannya. Sepertinya semua orang bisa kalau nulisnya amburadul seperti saya di atas mas. Kalau boleh saran, menulislah (jauh) lebih baik lagi dari tulisan di atas. Iyah, saya yakin bisa mas, terlebih keyakinan mas tinggi dan itu menjadi modal tersendiri, semangat :)

      Salam manis juga mas :)

      Hapus
  9. Aih, Mas Richo baru kenal tapi review nyakeren, komplit dan detil...sukses ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, iyah mbak baru kenal. Itu mah modal sotoi saya, mbak.. hihihi. Dan paling masih jauh dari semestinya. Amin Ya Allah, makasih iyah mbak Ety :)

      Hapus
  10. Saya salut sama Pungky. Beran mengambil keputusan menikah muda dan seorang pembelajar ... pingin ikut juga tapi belum buaaat .. aaah Pungky tunggu sayaaah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah Bun, sangat berani, dan dia mampu membuktikan bahwa keraguan sekitarnya tak berarti baginya. Hebat. Ayuk Bun, ikuuut, masih cukup banyak waktu :)

      Hapus
  11. Wah, kita samaan, mas. Semoga kita beruntung mendapatkan salah satu bukunya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah mbak, toss dulu dong :D
      Amin Ya Allah, iya mbak, semoga mbak Pungky berbagi kebahagiannya dengan kita juga, hihi..

      Hapus
  12. Waw... bagus-bagus tulisannya ya ... saya follow dia deh :)
    Tulisan Richo ini juga oke. Thanks for sharing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bagus-bagus, mas, haha.. monggo :D
      Lah, kalau yang saya acak kadut, mas, hhaha. sama-sama, makasih sudah membaca:)

      Hapus
  13. kerennd, eh tulisan kamu menang tuh . traktiran :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, mas. Puji syukur, iyah mas Gustian, menang karena kepanjangan kali yah, hhaha. ke sini, ke rumah yuk, ada pentol lewat tak belikan, jhehehe :)

      Hapus